Drop Down Menu

Showing posts with label Tausiah Jum'at. Show all posts
Showing posts with label Tausiah Jum'at. Show all posts

Friday, 21 August 2015

Jika Mukmin (Bagian Kedua)

Edisi 20 Tahun XXIV – Jumadil Awal 1436 H/ Maret 2015 M


Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengembalian riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (QS Al Baqarah [2]: 278 – 279).

Sebagai apapun kita, ada konsekuensi yang harus kita tunjukkan, apalagi pengakuan kita sebagai mukmin yang pasti menuntut adanya pembuktian. Karena itu, Allah swt berfirman dalam beberapa ayat dan surat dengan kaliman “Jika kamu beriman.” Maka apa yang disebut sebelum kalimat itu menjadi sesuatu yang harus kita wujudkan, bila tidak, maka pengakuan kita sebagai mukmin tidak diakui oleh Allah swt.

Setelah pada tulisan lalu ada tiga yang harus kita buktikan, maka pada tulisan ini kita sebutkan tiga lagi.

Friday, 14 August 2015

Marahnya Rasulullah saw

2dee5982cbdc2b7b7b3c545e34831370_LDalam banyak hadits Rasulullah saw menegaskan sisi kemanusiaan beliau dan bahwa beliau sama seperti manusia lainnya. Beliau bisa marah seperti yang lain. Beliau juga ridha sebagaimana halnya mereka. Abu Hurairah ra meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, Muhammad adalah manusia biasa. Ia bisa marah seperti yang lainnya marah. Aku sudah membuat janji pada-Mu yang tidak akan kuingkari. Siapa saja mukmin yang kusakiti, kucela, atau kucambuk, jadikanlah hal itu sebagai penebus dosa baginya dan sebagai bentuk taqarrub yang mendekatkannya kepada-Mu di hari kiamat.”

Friday, 7 August 2015

Jika Mukmin (Bagian Pertama)



Edisi 19 Tahun XXIV – Jumadil Awal 1436 H/ Maret 2015 M

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Al Baqarah [2]: 8).

Menjadi mukmin sama sekali tidak cukup hanya dengan pernyataan. Pembuktian dalam sikap, ucapan dan tingkah laku menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan pengakuan dari Allah swt. Bila tidak, banyak orang menyatakan diri beriman, tapi Allah swt tidak mengakuinya sebagaimana di sebutkan dalam firman-Nya: Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Al Baqarah [2]: 8).

Di dalam Al Quran, sejumlah ayat mengemukakan keraguan Allah swt tentang keimanan manusia, kalimat yang digunakan adalah inkuntum mukminin (jika betul-betul kamu beriman). Wahbah Zuhaili dalam tafsir Al Munir menjelaskan bahwa kalimat itu berfungsi untuk meragukan keimanan mereka dan membantah klaim mereka akan hal itu.

Friday, 31 July 2015

KHOTBAH: TERBUAI PENUNDAAN

terbuai penundaan 

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA

Khutbah Jumat di Masjid Agung Purbalingga, 19 Rajab 1436 / 8 Mei 2015

KHUTBAH PERTAMA:

 

الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجاً، أحمده -سبحانه- لم يكن له شريك في الملك ولم يتخذ صاحبة ولا ولداً، وأشهد أن لا إله إلا الله لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبد الله ورسوله، اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وصحبه.

أما بعد، فاتقوا الله عباد الله، “وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ”. البقرة: 281.


Jama’ah Jum’at rahimakumullah…
Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam.

Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…
Manusia adalah makhluk Allah yang mempunyai potensi berbuat baik atau jahat dan taat atau durhaka. Setiap orang pernah berbuat dosa, kecuali yang dijaga Allah darinya. Pernahkah kita membayangkan apa yang terjadi, jika saja pada setiap kali manusia berbuat dosa, Allah langsung menghukumnya dengan siksa-Nya? Bila Allah melakukan itu, niscaya bumi ini akan kosong, sebab tidak tersisa satu manusiapun di atasnya!

Friday, 24 July 2015

Malu, Mutiara yang Semakin Pudar

mutiara 
Oleh: Abdullah Zaen, Lc, MA
Khutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 2 Sya’ban 1433 / 22 Juni 2012
 

KHUTBAH PERTAMA:

الحمد لله ذي الفضل والإحسان، الذي جعل الحياء شعبة من شعب الإيمان، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، يسأله من في السماوات والأرض، كل يوم هو في  شأن.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.


Jama’ah Jum’at rahimakumullah…

Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam.

Friday, 17 July 2015

Menjadi Muslim Sejati

Edisi 324/ Februari 2015/ Jumadil Ula 1436H

Oleh: Ustadz Fauzy Bahreisy


Kalau kita membaca Al Qur’an ada satu fakta dan kenyataan yang Allah tegaskan yaitu, bahwa umat ini, umat Islam, telah ditempatkan pada kedudukan yang mulia oleh Allah swt. Allah berfirman:

“... Kalian adalah umat terbaik ...” (QS Ali Imran: 110)
“... Kalian adalah umat pertengahan ...” (QS Al Baqarah: 143)

Kedua ayat di atas menegaskan bahwa umat Islam adalah soko guru bagi seluruh alam. Posisi ini bukan pilihan manusia. Akan tetapi, ia adalah pilihan Allah. Allah yang memilih umat ini menjadi umat yang mulia dan istimewa.